Senin, 17 September 2012

Pendidikan Gratis Yang Manusiawi

Mantan Presiden Afrika selatan, Nelson Mandela, mengatakan bahwa, pendidikan adalah senjata yang paling ampuh untuk menguasai dunia. Tentu saja, hal itu diungkapkan oleh orang yang membebaskan Afrika Selatan dari politik apartheid itu karena mengingat betapa begitu pentingnya peran pendidikan bagi kehidupan manusia. Pendidikan bisa membawa manusia yang tadinya berada di ruang gelap gulita ke ruang yang terang benderang. Dengan pendidikan, manusia bisa terbebas dari belenggu kebodohan, kemiskinan, dan keterpenjaraan pemikiran. Karena pendidikan, jiwa manusia akan tumbuh dan membuat jiwa itu merdeka.
Pendidikan adalah upaya untuk memanusiakan manusia. Dalam bukunya, Pendidikan Yang Memiskinkan (2004, Galang Press), Darmaningtyas menuliskan, "Pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis untuk mencapai taraf hidup atau kemajuan yang lebih baik". Dari kedua filosofi pendidikan yang dituliskan di atas, sudah cukup jelas bahwa pendidikan adalah salahsatu kebutuhan primer dalam hampir semua sendi kehidupan manusia.

Pemerintah-Tokoh Agama Bersatu Cegah Konflik

Semarang (Pinmas)—Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Komaruddin Hidayat mengharapkan pemerintah dan tokoh agama bersatu dan bekerja sama mencegah terjadinya konflik agama.
“Itu sudah rumus umum. Konflik agama bisa terjadi karena berbagai sebab, pemerintahnya lemah, rakyatnya memang tidak tahu, dan ulama sendiri tidak melindungi umatnya. Semuanya serba mungkin,” katanya di Semarang, Sabtu.
Hal itu diungkapkannya usai Orientasi Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Negeri Semarang bertema “Membumikan Nilai Konservasi dalam Pendidikan Karakter Melalui Profesionalisasi Pendidi dan Tenaga Kependidikan.
Menurut Komaruddin, perlu disadari bahwa Negara Indonesia sejak lahirnya memang sudah majemuk, dan sudah menjadi kesepakatan dan janji untuk menjaga kemajemukan sesuai dengan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”.
“Ini memerlukan kesadaran, komitmen, dan janji untuk melindungi pemerintah untuk melindungi warga negaranya tanpa memandang agama, dan sebagainya. Siapa yang melanggar hukum ya harus ditindak tegas,” katanya.
Umat beragama, kata dia, harus sadar hidup dalam negara yang majemuk dan bersama-sama menjaga kemajemukan, seperti menjaga ekspresi keagamaan sesuai dengan ranahnya, yakni ranah komunitas terbatasnya atau ranah publik.
“Kalau orang yakin agamanya paling benar ya sah-sah saja, boleh-boleh saja. Tetapi ekspresinya dalam beragama tetap ada aturannya, jika untuk dirinya sendiri, sesama warga seagama, dan komunitasnya silakan saja,” katanya.
Namun, kata dia, jika sudah masuk wilayah publik harus menjaga kemajemukan, jangan kemudian menciptakan konflik dengan dalih agama karena sama saja tidak paham dengan asal usul Negara Indonesia yang memang majemuk.
“Kelompok agama, etnis, dan sebagainya memberi kontribusi terbaik bagi bangsa. Membutuhkan keikhlasan, agama kan juga mengajarkan keikhlasan, misalnya menjaga pikiran yang baik, menjadi warga negara yang baik,” katanya.
Jika perbedaan agama menjadi pembenar untuk konflik, kata dia, hancurlah tatanan sosial, sebab di mana pun pasti ada perbedaan agama, dan Tuhan memang menciptakan manusia dalam keberagaman, baik bangsa, suku, dan agama.
“Andaikan Tuhan menghendaki, bisa saja menciptakan umat yang satu. Namun, kenyataannya Tuhan menciptakan umatnya secara plural. Berarti, keragaman, baik flora, fauna, bahasa, budaya, dan agama adalah desain Tuhan,” katanya.
Disinggung maraknya konflik agama, seperti kasus di Sampang, Madura, ia mengatakan konflik agama sudah terjadi sejak dahulu, apalagi kondisi Indonesia yang plural membuat potensi konflik bisa saja muncul di mana-mana.
“Apakah mau terus menerus terjadi seperti ini (konflik agama, red.). Karena itu, pemerintah dan tokoh agama harus bekerja sama mencegah konflik dengan menegakkan wibawa hukum dan etika agama,” kata Komaruddin. (ant/ess)
sumber

KH.Sahal Mahfudh: Reformasi Terbukti Membawa Kemajuan

Cirebon (Pinmas)—Nahdlatul Ulama, organisasi sosial keagamaan terbesar di Indonesia, mengakui bahwa reformasi yang bergulir sejak 1998 telah membawa kemajuan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Reformasi yang dimulai dengan amandemen UUD 1945 itu telah terbukti membawa kemajuan yang berarti. Kehidupan bangsa semakin demokratis, berbagai tindakan represi semakin berkurang, kebebasan berorganisasi, menyalurkan aspirasi politik, mengembangkan pendidikan dan dakwah semakin dirasakan oleh rakyat,” kata Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh saat berpidato pada pembukaan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di Pesantren Kempek, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu.
Namun demikian, menurut Kiai Sahal, tidak bisa dipungkiri bahwa ada juga dampak negatif yang timbul dari reformasi yang harus segera dicari pemecahannya, baik dalam bidang politik ketatanegaraan, maupun dalam bidang ekonomi dan kebudayaan.
“Kita tidak boleh menutup mata terhadap kenyataan-kenyataan yang memprihatinkan, sebagai akibat buruk yang tidak kita kehendaki dari reformasi,” tandasnya.
Dikatakannya, amandemen UUD 1945 yang dilakukan dengan tergesa-gesa dan kurang cermat telah melahirkan aturan perundang-undangan yang merugikan rakyat, bangsa dan negara.
Keberadaan Indonesia sebagai negara kesatuan telah mengalami gangguan, ketika kebijakan otonomi daerah dilaksanakan tanpa persiapan sosial yang matang, yang berakibat pada munculnya konflik yang berkepanjangan di banyak daerah.
“Lemahnya kendali pemerintah pusat terhadap sektor-sektor strategis di daerah, telah membuat negara kesatuan ini semakin berjalan ke arah sistem semi federal. Hal ini sangat membahayakan NKRI dengan keanekaragaman etnis dan budayanya,” kata Kiai Sahal.
Demikian pula dengan sistem pemilihan langsung kepala daerah. Pelaksanaan pilkada yang tidak didahului dengan persiapan sosial yang matang, telah menimbulkan berbagai konflik horizontal.
“Di samping itu, sistem ini berimplikasi pada penggunaan politik uang yang sangat meracuni moralitas bangsa. Hal itu juga tidak sesuai dengan demokrasi Pancasila yang menekankan pada sistem permusyawaratan dan perwakilan, bukan pada sistem ‘‘one man one vote’‘,” kata Kiai Sahal.
Menurutnya, untuk memperkuat sistem permusyawaratan dan perwakilan, kedudukan MPR, DPR, DPD dan DPRD harus ditata secara proporsional.
“Demikian pula keberadaan kelompok adat dan kelompok minoritas yang tidak terwakili dalam sistem pemilihan saat ini, harus dikukuhkan kembali,” katanya.
Kiai Sahal mengatakan, NU bersama-sama dengan elemen-elemen bangsa yang lain wajib mencarikan solusi bagi masalah-masalah tersebut.
“Untuk itulah, dalam Munas Alim Ulama dan Konbes NU kali ini, NU mengajak agar bangsa ini kembali ke khitthah Indonesia 1945, dalam arti kembali kepada semangat Proklamasi, kembali kepada nilai-nilai Pancasila serta amanat Pembukaan UUD 1945,” katanya.
Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU akan digelar hingga 17 September. Dijadwalkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan hadir di hari terakhir perhelatan tertinggi kedua setelah muktamar itu.(ant/ess)
sumber

Selasa, 11 September 2012

Praktek Demokrasi Di SMAN 1 Toroh Grobogan

Banyak cara yang dapat dilakukan guna meningkatkan pemahaman praktek demokrasi bagi siswa-siswi SMA. Salah satunya yang dilakukan dalam pemilihan Ketua OSIS di SMA Negeri 1 Toroh, Grobogan.
Pendaftaran pemilih, pembentukan panitia penyelenggara, pencalonan, kampanye, pengadaan logistik, pemungutan dan penghitungan suara serta penetapan calon terpilih diselenggarakan oleh Dewan Pemilihan Umum (DPU) pada Pemilihan Ketua Osis SMA Negeri 1 Toroh. Pemungutan dan penghitungan suara dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 22 Juli 2012, yang diikuti oleh 790 pemilih sesuai Daftar Pemilih Tetap (DPT) terdiri dari siswa, karyawan, dan guru SMA N 1 Toroh.

Mirip Pemilukada
Tahapan yang dilaksanakan mirip dengan pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pemilukada) Grobogan difasilitasi oleh KPU Kabupaten Grobogan, yang membawa misi untuk memberikan pendidikan pemilih.
Menurut anggota KPU Grobogan Afrosin Arif, “Pelaksanaan pemilihan Ketua Osis SMAN 1 Toroh tersebut memang difasilitasi oleh KPU Kabupaten Grobogan” ujarnya. Sehingga pelaksanaannya pun dibuat sedemikian rupa mirip dengan pelaksanaan Pemilukada.
Lebih lanjut Afrosin menjelaskan, dalam Pemilihan Ketua Osis di SMA Negeri 1 Toroh,  ada pendaftaran pemilih, ada Ketua Dewan Umum (DPU), petugas, bilik suara dan surat suara yang hampir sama saat penyelenggaraan Pemilukada.
“KPU sangat mengapresiasi sekali kegiatan ini, sehingga dari awal selalu memberikan perhatian dan pengarahan karena kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan pemilih. Sehingga diharapkan kedepannya mereka bisa menjadi pemilih yang cerdas,” jelas Afrosin saat mendampingi pelaksanaan Pemilu Ketua OSIS SMAN 1 Toroh kemarin.
Pemilihan Ketua OSIS diikuti oleh empat orang calon yang telah melalui tahapan pendaftaran, penelitian berkas administrasi persyaratan calon, penetapan calon, dan pengundian nomor urut calon. Pelaksanaan kampanye terbuka dilakukan pada saat upacara bendera sehingga semua calon memaparkan visi dan misinya dihadapan seluruh guru, karyawan dan siswa dengan waktu yang diatur sama untuk semua calon. Sebanyak 671 pemilih (85%) menggunakan hak pilih, dan 119 pemilih (15%) tidak menggunakan hak pilihnya. Surat suara tidak sah sebanyak 23 suara. Sementara calon terpilih sebagai ketua OSIS SMAN 1 Toroh yaitu, Wahyu Utomo dengan 286 suara. (KPU Grobogan/Supri/aep)http://kpu-jatengprov.go.id/index.php

KPU Tetapkan 12 Partai Tidak Memenuhi Syarat Pendaftaran

Jakarta, kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapakan, dari 46 partai politik (parpol) yang mendaftarkan diri sebagai calon peserta Pemilu 2014, yang tidak memenuhi 17 item persyaratan adalah 12 (dua belas) partai.
REKAP PENDAFTARAN PARPOL CALON PESERTA PEMILU 2014 adalah sebagai berikut :

1    Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK)    17 Dokumen    Lolos
2    Partai Nasional Demokrat (Nasdem)    17 Dokumen    Lolos
3    Partai Pemuda Indonesia (PPI)    12 Dokumen    Tidak Lolos
4    Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)    17 Dokumen    Lolos
5    Partai Kesatuan Demokrasi Indonesia (PKDI)    17 Dokumen    Lolos
6    Partai Kongres    17 Dokumen    Lolos
7    Partai Serikat Independen (SRI)    17 Dokumen    Lolos
8    Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)    17 Dokumen    Lolos
9    Partai Indonesia Sejahtera (PIS)    4 Dokumen    Tidak Lolos
10    Partai Bulan Bintang (PBB)    17 Dokumen    Lolos
11    Partai Pemersatu Bangsa (PPB)    16 Dokumen    Tidak Lolos
12    Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)    17 Dokumen    Lolos
13    Partai Amanat Nasional (PAN)    17 Dokumen    Lolos
14    Partai Golongan Karya (Golkar)    17 Dokumen    Lolos
15    Partai Karya Republik (Pakar)    17 Dokumen    Lolos
16    Partai Nasional Republik (Nasrep)    17 Dokumen    Lolos
17    Partai Keadilan Sejahtera (PKS)    17 Dokumen    Lolos
18    Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)    17 Dokumen    Lolos
19    Partai Demokrasi Pembaruan (PDP)    17 Dokumen    Lolos
20    Partai Buruh    17 Dokumen    Lolos
21    Partai Keadilan Dan Persatuan Indonesia (PKPI)    17 Dokumen    Lolos
22    Partai Pelopor    3 Dokumen    Tidak Lolos
23    Partai Republiku Indonesia    12 Dokumen    Tidak Lolos
24    Partai Demokrat    17 Dokumen    Lolos
25    Partai Damai Sejahtera (PDS)    17 Dokumen    Lolos
26    Partai Republika Nusantara (Republikan)    17 Dokumen    Lolos
27    Partai Islam    16 Dokumen    Tidak Lolos
28    Partai Nasional Indonesia Marhaenisme (PNI Marhaenisme)    17 Dokumen    Lolos
29    Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB)    17 Dokumen    Lolos
30    Partai Persatuan Pembangunan (PPP)    17 Dokumen    Lolos
31    Partai Pengusaha Dan Pekerja Indonesia (PPPI)    17 Dokumen    Lolos
32    Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI)    17 Dokumen    Lolos
33    Partai Aksi Rakyat (PAR)    6 Dokumen    Tidak Lolos
34    Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU)    17 Dokumen    Lolos
35    Partai Merdeka    8 Dokumen    Tidak Lolos
36    Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB)    17 Dokumen    Lolos
37    Partai Republik    17 Dokumen    Lolos
38    Partai Kedaulatan    17 Dokumen    Lolos
39    Partai Persatuan Nasional    17 Dokumen    Lolos
40    Partai Patriot    14 Dokumen    Tidak Lolos
41    Partai Bhinneka Indonesia (PBI)    17 Dokumen    Lolos
42    Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN)    17 Dokumen    Lolos
43    Partai Barisan Nasional (Barnas)    15 Dokumen    Tidak Lolos
44    Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (PNBK Indonesia)    17 Dokumen    Lolos
45    Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI)    11 Dokumen    Tidak Lolos
46    Partai Matahari Bangsa (PMB)    15 Dokumen    Tidak Lolos

Keterangan:
Jumlah Partai Politik yang mendaftar s/d penutupan, Jumat, 7 September 2012, Pukul 16.00 WIB : 46 Partai Jumlah Partai Politik yang tidak memenuhi 17 item persyaratan pendaftaran : 12 Partai
Jumlah Partai Politik yang dinyatakan terdaftar (memenuhi 17 persyaratan pendaftaran) : (46-12) = 34 Partai
Kepada 34 Partai yang dinyatakan lolos pendaftaran, KPU memberikan perpanjangan waktu hingga tanggal 29 September 2012 untuk melengkapi dokumen persyaratan

Kamis, 06 September 2012

Porseni Madrasah Ibtidaiyah 2012 Provinsi Jawa Tengah

Boyolali - Pekan Olah Raga dan Seni (PORSENI) MI dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, H. Imam Haromain Asy'ari pada sore hari ini (5/9). Kegiatan yang diikuti oleh 1.190 peserta dari 35 Kab/Kota se Jawa Tengah ini diselenggarakan di Asrama Haji Donohudan Boyolali mulai hari ini sampai dengan tanggal 7 September besok.

Ketua Panitia H. Shalehuddin, dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan Porseni ini antara lain (1) Memberikan motivasi kepada madrasah untuk secara terus menerus meningkatkan mutu dan prestasi olah raga dan seni bagi peserta sidik dalam upaya mendukung pembangunan terhadap olah raga dan seni di Jawa Tengah, (2) Mengembangkan bakat olah raga dan seni peserta didik MI, sekaligus memberikan citra masyarakat bahwa MI tidak tertinggal dalam bidang olah raga dan seni, (3) Meningkatkan tali persahabatan dan rasa kesatuan antarsiswa Madrasah Ibtidaiyah.

Kegiatan dengan Tema "Dengan PORSENI Madrasah Ibtidaiyah tingkat Provinsi Jawa Tengah, kita wujudkan sportivitas, intelektualitas, dan kreatifitas siswa" ini akan melombakan beberapa cabang olah raga dan seni antara lain bulutangkis, tenis meja, lari 100m dan 200m, cabang seni kaligrafi,  MTQ, dan pidato bahasa Indonesia, Jawa, Arab, dan Inggris.

Imam Haromain dalam amanatnya berharap dengan diadakannya Porseni MI ini akan memacu dan mengembangkan prestasi siswa Madrasah Ibtidaiyah di bidang akhlak mulia, ilmu keagamaan, sains dan teknologi, bahasa dan budaya serta bidang olah raga dan seni.

Olah raga adalah bagian yang sangat penting dari kehidupan manusia yang dicontohkan dan diperintahkan  oleh Rasulullah "Hantarkan anak kalian menjadi generasi yang kuat dengan olah raga renang dan memanah". Disamping olah raga, yang tidak kalah pentingnya adalah olah seni yang akan membawa dan menyempurnakan keindahan akhlak kita yang mulia ini. Pertemuan ini juga menjadi ajang untuk silaturahim dan mengakrabkan antara warga Kementerian Agama khususnya warga Madrasah Ibtidaiyah di Jawa Tengah.

Sebelum Upacara pembukaan diawali dengan penampilan Drum Band siswa MIN Pengging Kab. Boyolali dan pementasan tari topeng ireng dari para siswa MIN Tanduk Ampel Kab. Boyolali..

Usai menyampaikan amanatnya, sebagai tanda dibukanya secara resmi Porseni MI tahun 2012, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama melepas balon dan pemukulan bedug. (fat)

Rabu, 05 September 2012

Sekjen Kemenag : Sudah 300 Guru Madrasah Tersertifikasi

Pendis - "Sampai saat ini sudah sekitar 300 ribu guru madrasah di tanah air yang telah menempuh proses sertifikasi," ungkap Sekjen Kementerian Agama Bahrul Hayat PhD. Sampai saat ini Kementerian Agama terus memproses sertifikasi guru madrasah baik guru negeri maupun swasta.

"Jumlah guru madrasah saat ini ada sekitar 650 ribu, memang belum sampai 50 persen yang sudah sertifikasi," kata Bahrul Hayat usai mengisi materi pada workshop peningkatan wawasan penelitian pendidikan agama dan keagamaan, Rabu (29/8) menjelang tengah malam. Kegiatan yang diselenggarakan Pusat Litbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Kemenag di Hotel Lor In Sentul, Bogor berlangsung 28-30 Agustus.

"Peningkatan kualitas pendidikan di tanah air tidak terlepas dari perbaikan kualitas guru," ungkap Sekjen, untuk itu diperlukan sertifikasi guru yang tentunya akan meningkatkan kualitas guru. "Proses sertifikasi guru madrasah di lingkungan Kementerian Agama ditargetkan rampung pata tahun 2014," lanjut Sekjen.
Dalam kesempatan itu, Sekjen juga memaparkan tentang buku yang bertajuk Benchmark Internasional Mutu Pendidikan yang ditulisnya bersama Dr Suhendra Yusuf, MA yang mengupas soal kebijakan pendidikan yang dinilai telah bergeser dari input-oriented ke outcome-based.

Menurut alumnus S-2 Universitas Pittsburgh (1989) dan S-3 Universitas Chicago, Amerika Serikat (1992) ini perbaikan dan peningkatan mutu masukan dan proses pendidikan harus merupakan upaya penjabaran untuk mencapai expected outcome tadi. Oleh karena itu, standarisasi expected outcome dalam bentuk kompetensi menjadi titik awal untuk standarisasi masukan dan proses pendidikan.

Selain itu, pada era globalisasi, telah terjadi mutual recognition antar negara tentang kualifikasi lulusan ini, sehingga meniscayakan adanya proses nasionalisasi dan transnasionalisasi kompetensi lulusan lembaga pendidikan. Kompetensi lulusan itu bergeser dari local specific ke global universal sebagai survival kit untuk dapat bertahan pada era mendatang.


Pola pikir ini telah sejak lama menjadi bagian dari diskusi-diskusi pakar pendidikan di Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) dan International Association for the Evaluation of Education Achievement (IEA), yang kemudian menghasilkan upaya benchmarking internasional mutu pendidikan.

Buku tersebut membahas studi internasional yang diadakan oleh OECD dan IEA, yaitu Program for International Student Assessment (PISA), Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS), dan The Third International Mathematics and Science Study (TIMSS). Hasil studi itu telah mengingatkan bahwa sistem pendidikan di negeri ini perlu penataan baru agar senantiasa berperan merintis dan memantapkan kemajuan kehidupan mendatang dalam peradaban yang tinggi, indah, dan bermartabat.

"Potensi manusia dapat dikembangkan secara proporsional jika, pendidikan, literasi bahasa, matematika dan sains dilakukan secara terintegrasi," kata Sekjen Bahrul Hayat.
(ra/berbagai sumber)